breastfeeding versus teething

setelah melalui proses kehamilan, lalu menyusui secara ekslusif yang mana aku menganggapnya sebagai salah satu tantangan terberat dalam hidupku. dimana aku harus hampir terbangun berkali-kali dalam 24 jam sehari selama 1,5 bulan, dimana ternyata anakku menyusu gila-gilaan (paling sebentar 30 menit, paling lama 2 jam) dan aku nyaris tidak bisa turun dari kasur bahkan untuk ke belakang sekalipun. namun semua itu terlewati dan kami sukses melewati ASI ekslusif. tantangan berikutnya adalah meneruskannya sampai 2 tahun atau mungkin 3 tahun. dari semua proses itu kemudian, yang paling mengerikan adalah kemudian tumbuhnya GIGI!

gigi bhumy mulai muncul ketika ia berumur 6-7 bulan. dan dua gigi seri bawah itu muncul berseri-seri. lalu ketika ia menginjak 8 bulan muncullah si gigi taring atas (anakku jadi seperti vampir kecil) dan terakhir dua gigi seri dengan ukuran cukup raksasa yang membuatnya terlihat seperti kelinci. yang mengerikan dari semua itu adalah ia mulai menggunakan giginya ketika menyusui, entah karena sakit, gatal bahkan hanya untuk iseng. dan dimulailah kekejaman yang membuat banyak ibu-ibu menyusui menyerah untuk terus menyusui bayinya. man, i bloody bled my nipples knowing it.

solusi awalnya waktu itu membeli nipple shield. yang sama sekali tidak bisa digunakan malah ditarik-tarik dan dibuat mainan sama bhumy. akhirnya saya menyerah dan menggunakan lanolin medela ketika lecet-lecet karena gigitan-gigitan kecilnya (tapi ga bisa marah, yeah…). ketika gigi taringnya keluar untuk pertama kalinya bhumy demam tinggi selama 3 hari, 39 derajat celcius! dua hari pertama sangat sulit, karena gusinya terasa sakit dan ia sulit menyusui, solusinya ia mengigiti puting saya sampai sobek dan berdarah. sehingga akhirnya saya harus memompa asi untuk diminumnya dan membawanya ke dokter lalu diberi puyer untuk menghilangkan rasa sakit. setelah itu kami berdamai.

ketika giginya lengkap menjadi enam seperti sekarang, keisengannya bertambah dan luka di puting saya sampai dalam. saya kembali harus memeras asi dan menunggu lukanya kering. ini berulangkali terjadi sampai 3 kali, karena ketika hampir sembuh, dia mengigit tempat yang sama dan yah, tentu saja sobek lagi.

sekarang dia sudah mengerti jika sedang disusui dia tidak boleh mengigit karena saya memutuskan untuk berhenti sejenak sampai ia paham hal itu. namun sekarang keisengannya beralih mengigiti bagian tubuh saya yang lain sebagai bahan eksperimen. sialnya setelah itu ia tertawa lucu:P

foto di atas, waktu di yogya dan bhumy sembilan bulan. ketika kami menjemur kasur dan piknik di halaman. gaya akrobatiknya ketika menyusui muncul. yeah, bagaimanapun saya tetap bertahan.

hidup ibu-ibu menyusui!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s