bhumy jatuh

sudah dua kali bhumy jatuh dari tempat tidur, yang pertama minggu lalu ketika di suatu pagi yang dingin dan bapaknya sedang bikin kopi di dapur, saya masih ketiduran kecapaian, dan tahu-tahu saja dia sudah di lantai, di ujung ranjang dalam posisi telungkup, tentu saja menangis keras hingga saya bangun. biasanya bhumy bangun langsung ngusel2 di ketiak saya, jadi saya kalo ketiduran pun langsung bangun, hari itu ia memutuskan untuk langsung menjelajahi kasur ke arah yang lain.

rasanya seluruh badan gemetar, dan saya secepat kilat mengendongnya lalu berteriak memanggil bapaknya. dalam seluruh ketakutan saya, detik itu saya paham kenapa orangtua dapat begitu mencemaskan anaknya, karena saya merasakannya dengan amat nyata. untunglah, bhumy secara ajaib jatuh seperti kucing, dan cuma mengalami sedikit memar di tangan kirinya, sepertinya ia menahan dirinya dengan kedua tangannya dan menahan kepalanya agar tetap tegak dan tidak membentur lantai. saya masih takjub melihatnya, sekecil ini sudah memahami logika gravitasi dan bagaimana posisi untuk jatuh. tapi tetap saja saya ngeri. kecemasan dan paranoia seolah-olah berseliweran di sekitar saya. kami langsung membuka seluruh bajunya dan melihat apakah ada bekas luka atau memar lainnya, ternyata tidak.

kami mengompres tangannya dengan arak cina dan kapas, yang kemudian hilang dalam sehari. ia lebih banyak menangis karena kaget dengan efek dari kejatuhannya sendiri. dan kami tahu bahwa kami sudah tidak dapat lengah sedikitpun.

namun, dua hari yang lalu, lagi-lagi dia jatuh dari tempat tidur. saya hanya berjarak kurang dari satu meter ketika sedang mengambil barang dan kadek mengambil baju. dari tengah ranjang, setelah menguasai berbagai pose merangkak dan menerjang, ia menerjang sampai pinggir ranjang. lagi-lagi ia beruntung, kepalanya ditahan oleh plastik yang berisi popok. kali ini ia tidak terlalu shok, namun saat itu juga saya dan kadek bersepakat untuk menaruhnya di atas matras di lantai ketika kami tidak berada di atas kasur.

bhumy langsung saya susui setelah ia menangis keras dan langsung tenang lalu tertidur, pada kedua kejadian. lalu tidak ada sejam, ia bangun dan sudah tertawa-tawa kembali. kami memantaunya sepanjang hari, hanya untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja. sampai saat ini tidak ada perubahan perilaku yang lain dari biasanya dan kami pun meyakinkan diri bahwa kami tidak perlu membawanya ke dokter.

saya dan kadek mengingat momen-momen dalam hidup kami ketika kami jatuh dan terluka, lalu bagaimana kami membuat orangtua kami sendiri cemas. dan jalan kami masih panjang, bhumy baru saja sedang belajar merangkak dan saya sedang menarik nafas panjang untuk kejatuhan-kejatuhannya di masa mendatang. saya hanya perlu yakin bahwa pada akhirnya dia akan baik-baik saja karena kami sangat mencintainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s